Koruptor Indonesia - Dari Korupsi suap dan nepotisme makin membudaya di kalangan pejabat Indonesia

Edmon Ilyas Dan Raja Erizman dalam korupsi pajak Gayus Halomuan Tambunan

Pemeriksaan kode etik terhadap dua jenderal polisi, Brigjen Pol Edmon Ilyas dan Brigjen Pol Raja Erizman, yang diduga terlibat kasus Gayus Tambunan menemukan fakta-fakta baru. Dua perwira tinggi Polri itu kemarin (2/4) dilaporkan saling melemparkan kesalahan terkait dugaan kelalaian pengawasan penyidikan kasus mafia pajak tersebut.

Edmon menegaskan bahwa pihaknya sudah mengawasi pemberkasan kasus Gayus sampai dirinya tidak lagi menjabat direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim. Saya hanya sampai masuk kejaksaan. Tapi, setelah itu, saya tidak tahu lagi. Itu sudah orang lain, ujar sumber Jawa Pos di lingkungan tim Propam Mabes Polri menirukan pernyataan Edmon.

Perwira itu menjelaskan, Edmon dan Raja diperiksa secara terpisah. Menurut Pak Edmon, setelah dirinya menerima TR (telegram rahasia, Red) sebagai Kapolda Lampung pada 17 Oktober 2009, dia sudah tidak mengawasi, jelasnya.

Keterangan itu berbeda dari yang disampaikan Raja Erizman. Menurut Raja yang sekarang masih menjabat direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim itu, dirinya sama sekali tidak mengetahui penyidikan tersebut. Sebab, saat proses berlangsung, dia belum menjabat direktur II.

Pada 14 Juli 2009 sampai 17 Oktober 2009, Raja menjadi wakil direktur III Pidana Korupsi Bareskrim. Namun, Edmon beralasan, berkas yang sudah disetorkan ke Kejagung pada 7 Oktober 2009 itu ditolak dan dikembalikan dengan perbaikan (status P-19) pada 21 Oktober 2009. Nah, setelah dikembalikan tersebut, menurut dia, dirinya tak lagi terlibat. Saat itu, Edmon mengaku sudah tidak aktif di direktur II, ungkap sumber tersebut.

Berdasar catatan Jawa Pos, TR Edmon yang memutasi dirinya sebagai Kapolda Lampung memang tertanggal 17 Oktober 2009. Namun, dia baru resmi dilantik sebagai Kapolda Lampung pada 30 Oktober 2009. Dua keterangan itu akan dicek ulang dengan keterangan-keterangan penyidik yang berlevel di bawah mereka. Besok (hari ini) juga ada jadwal pemeriksaan, katanya.

Beberapa pihak terkait juga akan dimintai keterangan sebagai saksi. Misalnya, dari Kejaksaan Agung. Masih dikoordinasikan dengan kejaksaan, katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menjelaskan, pemeriksaan Edmon dan Raja oleh propam masih seputar pelanggaran kode etik. Pak Edmon saat ini masih diperiksa terkait dengan kode etik profesi. Sebab, dari pemeriksaan terkait dengan markus, belum muncul nama itu (markus) dari orang-orang yang diperiksa, jelasnya.

Dia mengungkapkan, Edmon diperiksa saat duduk di posisi Dir Dit II Eksus Bareskrim. Bagaimana perannya mengendalikan tugas-tugas anak buahnya. Statusnya dinyatakan terperiksa. Namun, kami tanya sebagai saksi dulu, tutur alumnus Akpol 1977 tersebut.

Penasihat ahli Kapolri Dr Kastorisu Sinaga yang menjadi bagian dari pengawas pemeriksaan menilai, perbedaan keterangan merupakan hal yang wajar. Ini memang saling terkait. Misalnya, soal pembukaan blokir yang dilakukan Pak Raja, itu kan memang dilakukan setelah uang tersebut dinyatakan sebagai uang halal. Nah, sekarang uang tersebut ternyata bermasalah. Apakah Pak Raja tahu itu saat membuka blokir? Itulah yang didalami penyidik, ungkapnya.

Komitmen Polri dalam kasus ini, kata dosen Universitas Indonesia tersebut, sangat tinggi. Pemeriksaan dilakukan secara fair. Siapa pun yang tersangkut nanti, Bapak Kapolri sudah menegaskan agar ditindak. Meskipun pati (perwira tinggi, Red), kalau kena, ada pelanggaran, ya dihukum, tegasnya.

Kemarin, setelah salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Mabes Polri, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menegaskan komitmennya. Ayo kita keroyok reserse. Yang memang tak mau berubah nanti terlindas sendiri, ujarnya.

Alumnus Akpol 1974 yang mengenakan baju koko muslim dan berpeci hitam itu juga mengumumkan penggantian Kapolda Lampung Brigjen Edmon Ilyas. Itu untuk mempermudah pemeriksaan dan agar tugas-tugas di sana tidak terganggu, katanya.

Saat ditanya apakah ada budaya setoran ke atasan di Polri, Bambang langsung masam. Kata siapa itu? Tidak ada. Yang ada justru kami menyejahterakan anggota. Tidak ada, tegasnya.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang yang langsung mengadakan jumpa pers setelah pernyataan Kapolri itu menjelaskan, jabatan Edmon akan digantikan Brigjen Sulistyo Ishak yang sekarang menjabat wakil kepala Divisi Humas Mabes Polri.

Selain Edmon, dalam rangka mutasi rutin, diganti pula empat Kapolda yang lain. Yakni, Kapolda Aceh Irjen Pol Adityawarman diganti Irjen Pol Fajar Priyantoro. Adityawarman memasuki masa pensiun. Lalu, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Fajar Priantoro diganti Brigjen Erlan Lukman Nur Hakim. Saat ini, Erlan masih menjabat Wakapolda Gorontalo.

0 comments:

Post a Comment